
Survei Topografi adalah survei yang bertujuan untuk mencari informasi permukaan tanah. Informasi tersebut dapat berupa tinggi rendah hingga keadaan fisik dan posisi suatu benda, baik yang berupa alamiah maupun buatan manusia, di permukaan lahan yang akan dipetakan. Survei ini sangat berguna dalam pembuatan Peta Topografi.

Pemetaan Bathimetri adalah pemetaan kedalaman perairan yang diukur terhadap datum vertikal yang dinyatakan dalam angka atau kontur kedalaman. Peta yang dihasilkan menampilkan relief dasar dengan garis-garis kontur yang dilengkapi dengan informasi navigasi permukaan.

Pengujian Sondir atau Cone Penetration Test (CPT) merupakan salah satu pengujian lapangan yang bertujuan untuk mengetahui profil atau pelapisan (stratifikasi) tanah dan daya dukungnya. Stratifikasi tanah dan daya dukung dapat diketahui dari kombinasi hasil pembacaan tahanan ujung (qc) dan gesekan selimutnya (fs)

Deep Boring atau lebih dikenal pengeboran tanah dilakukan untuk mendapatkan Drilling Log stratifikasi tanah, pengambilan sampel tanah tak terganggu (undisturb sampling) dan pengujian Standard Penetration Test (SPT) untuk mendapatkan daya dukung tanah dan properti tanah.

Pada pengujian SPT, dapat ditentukan sifat-sifat tanah dari pengukuran kekerasan/kepadatan (relative density/consistency) tanah. Data SPT digunakan untuk mengetahui profil daya dukung tanah untuk keperluan desain pondasi.

Pekerjaan Deep Boring Off Shore atau pengeboran pada sungai atau laut diperlukan untuk perencanaan struktur yang berhubungan dengan pantai dan sungai seperti perencanaan Dermaga, Jetty, dan lain-lain.

Permeability Test atau Uji Permeabilitas bertujuan untuk mengetahui tingkat permeabiltas tanah di lapangan. Permeabilitas tanah adalah kemampuan tanah dalam meloloskan air biasanya diukur berdasarkan kecepatan air tanah yang bergerak pada pori-pori tanah.

Hand Bor test dilakukan untuk mendapatkan data tanah: jenis, sifat-sifat dan keadaan tanah. Pemboran tangan digunakan untuk pengambilan contoh tanah dalam lapisan dangkal (kurang dari 5 meter).

Pengujian DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP) bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah yang dinyatakan dalam dalam nilai CBR (California Bearing Ratio) dengan satuan persen (%). Data CBR digunakan untuk penentuan tebal perkerasan atau untuk mengontrol kekuatan lapisan jalan/timbunan.

Pengujian Sand Cone untuk memeriksa kepadatan lapisan tanah atau lapisan perkerasan yang telah dipadatkan. Pada pengujian sand cone hanya berlaku pada ukuran butiran tanah/batuan dengan diameter tidak lebih dari 5 cm.

Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai CBR (California Bearing Ratio) langsung di tempat (in place) Dengan melakukan perbandingan antara beban penetrasi dari suatu lapisan tanah atau perkerasan terhadap bahan standar yang dilakukan dengan kedalaman serta kecepatan penetrasi yang sama.

Tujuan Vane Shear Test atau uji geser baling-baling digunakan untuk mengukur tahanan geser tanah kohesif dan Untuk menyelidiki/mengetahui jenis-jenis lapisan tanah (stratigrafi) pada setiap kedalaman tanah yang di uji. Serta Menetapkan kedalaman untuk pengambilan contoh tanah asli atau tidak asli untuk keperluaan penyelidikan lebih lanjut di Laboratorium.

Test Pit dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanah dilapangan lapisan tanah dengan teliti. Pada pengujian test pit ini dapat diambil contoh tanah tak terganggu (undisturbed sample) pada lapisan-lapisan yang dikehendaki.

Geolistrik merupakan salah satu metode Geofisika untuk mengetahui perubahan tahanan jenis lapisan batuan dibawah permukaan tanah dengan cara mengalirkan arus listrik DC (Direct Current) yang mempunyai tegangan tinggi kedalam tanah. Informasi yang diperoleh dari penyelidikan geolistrik ini akan sangat membantu di dalam menentukan langkah untuk pelaksanaan pemboran sebagai tahap awal dalam pelaksanaan eksplorasi air tanah.

PDA Test termasuk salah satu jenis pengujian dinamik dengan menggunakan metoda wave analysis dan sering disebut dengan re-strike test sesuai dengan sifat pengujiannya yang melakukan re-strike atau pemukulan ulang pondasi tiang yang diuji, untuk mendapatkan gambaran tentang daya dukung pondasi tiang tunggal.

Uji Beban Statik Horisontal (Lateral Test) adalah pengujian dengan memberikan beban searah tegak lurus tiang (beban horizontal) sesuai dengan beban lateral rencana untuk mengukur defleksi yang terjadi pada tiang akibat beban lateral tersebut.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk menetukan nilai kadar air tanah yang dikandung oleh contoh tanah atau agregat yang diambil dari lapangan.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendapatkan berat isi Tanah yang merupakan perbandingan antara berat tanah basah dengan volume nya dalam gr/cm3.

Mengetahui berat jenis tanah disturbed yang lolos saringan 4,75 mm (No.40) dan tanah undisturbed dengan menggunakan alat Piknometer.

Pengujian ini dilakukan pada tanah kohesif untuk maksud klasifikasi dan untuk estimasi sifat-sifat teknisnya. Grafik plastisitas dari casagrande dapat digunakan untuk memperkirakan kompresibilitas tanah-tanah lempung dan lanau.

Pengujian ini dimaksudkan untuk mengguncang susunan sieve untuk keperluan analisa gradasi tanah atau agregat.

Pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan distribusi pembagian butir (gradasi) tanah yang lolos saringan no. 200.

Tujuan dari Unconfined Compression Test adalah untuk mengukur kuat tekan bebas dari lempung/ lanau. Dari kuat tekan bebas dapatdiketahui kekuatan geser undrained (Cu), dan juga akan didapat klasifikasi tanah berdasarkan pada keteguhan atau konsistensi tanah pada sampel uji.

Pemeriksaan ini adalah untuk menentukan kuat geser tanah setelah mengalami konsolidasi akibat suatu beban dengan drainase 2 arah. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan single shear atau double shear.

Pengujian ini hanya dilakukan untuk jenis tanah berbutir halus seperti lempung dan lanau dan digunakan untuk mengukur besarnya penurunan konsolidasi dan kecepatan penurunan.

Pengujian ini ditujukan untuk memeriksa kemampuan tanah untuk mengalirkan air, khususnya pada tanah berbutir halus.

Pengujian ini dimaksudkan untuk menentukan CBR (California Bearing Ratio) tanah dan campuran tanah agregat yang dipadatkan di laboratorium pada kadar air tertentu. CBR laboratorium ialah perbandingan antara beban penetrasi suatu bahan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama.

Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan kadar air optimal di mana jenis tanah tertentu akan menjadi paling padat dan mencapai kepadatan kering maksimumnya. Biasanya digunakan untuk pekerjaan berat, tenaga (jalan raya, lapangan terbang)

Uji geser triaksial adalah metode umum untuk mengukur sifat mekanik dari banyak padatan yang dapat dideformasi, terutama tanah dan batuan, dan bahan granular atau serbuk lainnya

Pengujian ini sebagai pegangan untuk menentukan ketahanan agregat kasar terhadap keausan dengan menggunakan mesin abrasi Los Angeles. Tujuannya untuk mengetahui angka keausan.

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui keausan/pelapukan agregat akibat pengaruh iklim.

Job mix Design adalah tahap pertama dalam pembuatan campuran beton untuk menentukan layak atau tidaknya rencana campuran tersebut digunakan

Tujuan metode pengujian ini adalah untuk mendapatkan nilai estimasi kuat tekan beton pada sampel beton yang diuji
ENJINERRING DAN DESAIN